Erik Erikson: Teori Pasca-Aliran Freud (Post-Freudian)

Hello... So, I've made resume about theory of personality psychology, Erikson's theory : Post-Freudian. Maybe this can be useful for you :)

Because I am a visual & auditory learner (but dominant on visual). My notes is full of colour. So deeply sorry if you aren't comfortable with this hehe ._.v

Oya, this resume is in Bahasa/Indonesian. You can translate on your own language.

Reference:
Feist, J. & Feist, G. J. 2011. Teori Kepribadian : Theories of Personality (7th ed.). (Handriatno, Terjemahan). Jakarta: Salemba Humanika.






Struktur Kepribadian
Ego kreatif
Body ego (ego tubuh)
·         Pengalaman dengan tubuh kita
·         Cara memandang fisik kita sebagai sesuatu yang berbeda degan orang lain
Ego ideal
Gambaran tentang diri kita dibandingkan apa yang dicapai diri ideal
Ego identity (ego identitas)
Gambaran tentang diri kita dalam peran sosial yang kita mainkan
Perkembangan Kepribadian
Masa bayi
(0-1 th)
Aspek psikososial : SENSORI-ORAL
2 gaya pembentukan : memperoleh & menerima apa yg diberikan
Krisis psikoseksual : RASA PERCAYA DASAR VS. RASA TDK PERCAYA DASAR
·         Pola menerima sesuatu cocok dengan cara kulturnya menerima sesuatu : belajar rasa percaya dasar
·         Tidak menemui kecocokan antara kebutuhan sensori-oral dengan lingkungan : belajar rasa tidak percaya
Virtue : HARAPAN
Konflik antara rasa percaya dasar vs. rasa tidak percaya dasar
Ritualisasi-ritualisme : KERAMAT VS. PEMUJAAN
Masa kanak-kanak awal
(2-3 th)
Aspek psikososial : OTOT ANAL-URETRAL
·         Toilet training
·         Mengendalikan tubuh mereka khususnya berkaitan dengan kebersihan&pergerakan
Krisis psikoseksual : OTONOMI VS. MALU & RAGU
·         Otonomi : masa untuk pengungkapan diri
·         Malu : rasa sadar bahwa diri mereka dipandangi
·         Ragu : perasaan tidak pasti, sesuatu tetap disembunyikan & tidak bisa terlihat
Virtue : KEMAUAN/KEINGINAN
·         Awal dari kehendak bebas
Ritualisasi-ritualisme : BIJAKSANA VS. LEGAISME
Usia bermain
(3-5 th)
Aspek psikososial : LOKOMOTOR-GENITAL
·         Oedipus complex
·         Perempuan merasa iri dengan laki-laki akan penis
·         Laki-laki cemas akan kehilangan sesuatu
·         Meningkatnya sarana daya gerak
Krisis psikoseksual : INISIATIF VS. RASA BERSALAH
·         Insiatif tidak terkendali mengakibatkan kekacauan & kurangnya prinsip moral
·         Jika rasa bersalah dominan, menyebabkan bermoral berlebihan & rasa terkekang
Virtue : TUJUAN
·         Bermain dengan tujuan
(e.g :  bermain dengan tujuan menang/mencapai puncak)
·         Mulai menempelkan label “benar” / “salah” pada   perilaku mereka
Ritualisasi-ritualisme : DRAMATIK VS. IMPERSONASI
Usia sekolah
(12-13 th)
Aspek psikososial : LATENSI
·         Mulai membentuk gambaran diri sebagai orang yang kompeten & tidak kompeten
·         Ego identitas yang hampir berkembang secara utuh
Krisis psikoseksual : INDUSTRI VS. RASA RENDAH DIRI
·         Industri : kesungguhan, kemauan untuk tetap sibuk & menyelesaikan pekerjaan
·         Rendah diri : jika pekerjaan tidak cukup baik mencapai sasaran
Virtue : KOMPETENSI
Rasa percaya diri untuk menggunakan kemampuan fisik & kognitif untuk menyelesaikan pekerjaan di usia sekolah
Ritualisasi-ritualisme : FORMAL VS. FORMALISME
Remaja
(13-19 th)
Aspek psikososial : PUBERTAS
Kematangan genital
Krisis psikoseksual : IDENTITAS VS. KEBINGUNGAN IDENTITAS
·         Identitas : menemukan apa yang mereka inginkan & yakini, menemukan apa yang tidak mereka inginkan & tidak percayai
·         Kebingungan identitas :
gambaran diri yang terpisah, penolakan oleh keluarga/komunitas, rasa terdesak oleh waktu, kurang konsentrasi pada tugas
Virtue : KESETIAAN
Kesetiaan/keyakinan terhadap suatu ideologi
Ritualisasi-ritualisme : EDIOLOGI VS. TOTALISME
Dewasa muda
(19-30 th)
Aspek psikososial : GENITALITAS
·         Hanya berkembang selama masa dewasa muda
·         Ketika dibedakan dengan rasa percaya yang sama & berbagi kepuasan seksual yang stabil dengan orang yangg dicintai
Krisis psikoseksual : KEINTIMAN VS. KETERASINGAN
·         Keintiman : kemampuan untuk meleburkan identitas seseorang ke identitas orang lain tanpa takut kehilangan identitas tersebut
·         Keterasingan : ketidakmampuan mengambil kesempatan dengan identitas orang lain & berbagi keintiman
Virtue : CINTA
Pengabdian matang yang mengatasi perbedaan2 pada pria & wanita
Ritualisasi-ritualisme : AFILIASI VS. ELITISM
Dewasa
(31-60 th)
Aspek psikososial : PROKREATIVITAS
·         Kontak genital dengan pasangan intim
·         Mengasuh keturunan dari hasil kontak seksual dengan pasangan
·         Datang dari keintiman yang matang & cinta yang stabil
Krisis psikoseksual : GENERATIVITAS VS. STAGNASI
Manusia memiliki kebutuhan tidak hanya untuk belajar tapi juga memberi petunjuk
Virtue : RASA PEDULI
Komitmen meluas untuk merawat seseorang/produk/gagasan seseorang yang harus dipedulikan
Ritualisasi-ritualisme : GENERASIONAL VS. OTORISME
Usia lanjut
(60 th-akhir kehidupan)
Aspek psikososial : SENSUALITAS TERGENERALISASI
·         Mendapat kesenangan dalam ragam sensasi fisik yangg berbeda
·         Apresiasi gaya hidup tradisional lawan jenis
Krisis psikoseksual :INTEGRITAS VS. KEPUTUSASAAN
·         Integritas :
perasaan akan keutuhan & koherensi, kemampuan mempertahankan rasa “kesayaan” dan tidak kehilangan kekuatan fisik&intelektual, sulit dipertahankan ketika kehilangan aspek familiar dalam keberadaan mereka
·         Keputusasaan : tanpa harapan
Virtue : KEBIJAKSANAAN (WISDOM)
Ritualisasi-ritualisme : INTEGRAL VS. SAPENTISME

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post