HEURISTIK
Pengertian
heuristic
Menurut Robbins dalam Purwanto (2006), model
pengambilan keputusan rasional maupun rasionalitas yang dibatasi (bounded rationality) tetap mempersyaratkan data dan informasi
sebagai bahan baku pengambilan keputusan, meskipun ada penyederhanaan dalam
pengelolaan dan pemanfaatan informasi, yang disebut dengan heuristik atau jalan
pintas.
Menurut Robbins dalam Purwanto (2006), heuristik
adalah suatu proses reduksi infomasi untuk menghindari terlalu banyaknya
informasi atau jalan pintas penilaian terhadap suatu fenomena untuk dijadikan
acuan dalam penyelesaian masalah.
Menurut Robbins
dalam Purwanto (2006), macam heuristic ada dua, yaitu:
1.
Ketersediaan
(availability heuristic)
Kecenderungan orang untuk mendasarkan
penilaian mereka pada informasi yang sudah tersedia untuk mereka.
2.
Keterwakilan
(representative heuristic)
Kecenderungan orang yang menilai
suatu kejadian dengan mencocokkannya pada kejadian yang sebelumnya ada.
Heuristik keterwakilan : sebuah strategi
untuk membuat penilaian berdasarkan pada sejauh mana stimuli atau peristiwa
tersebut mempunyai kemiripan dengan stimuli atau kategori yang lain. Dengan
kata lain, kita menilai berdasarkan: semakin mirip seseorang dengan ciri-ciri
khas orang-orang dari suatu kelompok, semakin mungkin ia merupakan bagian dari
kelompok tersebut.
Contoh-contoh
heuristic:
1.
Ketersediaan
(availability heuristic)
Contoh:
Banyak orang merasa
lebih takut tewas kecelakaan pesawat daripada kecelakaan di darat. Hal ini
karena fakta bahwa kecelakaan pesawat jauh lebih dramatis dan menyedot lebih
banyak perhatian media. Akibatnya, kecelakaan pesawat lebih mudah terpikir
sehingga berpengaruh lebih kuat dalam penilaian individu.
2.
Keterwakilan
(representative heuristic)
Contoh:
Jika melihat seseorang berpenampilan rapi,
menggunakan sorban, berbaju koko dan berbicara santun. Maka kita akan
berpikiran bahwa individu tersebut adalah guru ngaji/ustad.
Daftar pustaka:
http://slideplayer.info/slide/2887018/
1 Comments